www.ilmu-komunikasi.ga | Generasi Akademisi

Tampilkan postingan dengan label About. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About. Tampilkan semua postingan


(Picture by www.thebalance.com)

Hello mina , kenalkan nama ku bambang saputra tapi panggil aku ibam jangan panggil aku jokowi.

Nah itu tadi perkenalan ku sekaligus contoh komunikasi.

Dalam kesempatan ini aku mau bahas komunikasi... Karna kebetulan aku saat ini kuliah di kampus STISIPOL Candradimuka Palembang jurusan Ilmu Komunikasi , jadi seru membahas komunikasi dari kaca mata mahasiswa yang baru mulai belajar. Sekalian nyeselain tugas dari dosen ku Pak Azhari Harris, S.I.Kom, M.M di mata kuliah Penulisan Kreatif dalam tugas Free Writing. Semoga tulisan ini di sukai dosen ku dan dapat nilai A ya mina 😁 (aamiin) , tapi kalau beliau gak suka paling dapet B atau C. Tapi kayaknya gak mungkin ya.

Sssssttttt.... BTW... Dosen ku ini Ganteng loh dan kayaknya masih single , kalau soal kecerdasan sih (sudah ter-verification)
buat cewek yang lagi cari jodoh (Josei shinguru) silahkan hihihihhiihiii...


Oke lanjut...
So apa itu komunikasi? Mari kita bahas minasan.

"Komunikasi tuh hal sederhana yang sangat unik"

Kenapa unik karna adalah hal yang di lemparkan si komunikator (pemberi pesan) belum tentu sama dengan apa yang di tangkap oleh komunikan (penerima pesan) di karena kan banyak faktor (noise).

Misal jika saya melempar apel maka mina sebagai komunikan akan menerima/menangkap apel , atau jika saya mengirim bunga maka mina akan menerima bunga.

Tapi di komunikasi beda , jika saya melemparkan atau mengkomunikasikan misalnya suatu infomarsi belum tentu informasi itu sama dengan apa yang saya berikan itu di sebut disskomunikasi.

Itu lah kenapa ada Ilmu Komunikasi sebagai Ilmu Pengetahuan Soasial sebagai penyempurna kehidupan sosial kita sehari-hari.

Jadi minasan , kita dapat berhati-hati dalam berkomunikasi baik itu secara private atau publik , misal saja kasus ahok kemarin. Kita bisa mengambil banyak pelajaran.
(Picture by www.tribunenews.com)

Berkaca dari apa yang di alami oleh pak ahok berbicara mengenai konten komunikasi publik yang irelevan dan kurang cermat.

Kata adalah senjata

Yah... Ungkapan ini cukup membuktikan apa yang terjadi. Kita menjadi saksi hidup ketuk palu menyebutkan pak ahok di hukum dua tahun penjara.

Minasan, saya adalah muslim dalam agama saya pun banyak mengingatkan tata cara berkomunikasi.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
Seseorang mati karena tersandung lidahnya
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.”


Komunikasi adalah ilmu yang dapat di pelajari , di kaji , di teliti dan dapat di pertanggung jawabkan.

Jadi minasan ,bagaimana menurutmu komunikasi?
Unik bukan

Jadi berhati-hatilah
Bisa saja kita berkata yang niat baik ,lalu di denger/di terima dengan maksud yang salah di mengerti oleh orang lain minasan.

Pepatah kuno mengatakan mulut mu harimau mu.
Entah apa maksudnya ; mulut kita adalah peliharaan ; mulut mu belang ; atau mungkin pepatah ini sedang menceramahi seekor harimau. Yang jelas , jika salah menggunakan mulut kita akan menyesal.

Bahkan ikan saja bisa selamat dari petaka jika bisa menjaga mulutnya. Berarti mulut ikan juga harimau ikan.

Mungkin segini dulu , next time kita bahas hal yang jauh lebih menarik.

Berikan pendapatmu tentang komunikasi pada kolom komentar di bawah

Arigatou gozaimasu..





Buat minasan yang hobi baca novel ,nih baca salah satu novel buatan ku di
https://www.wattpad.com/story/137292969-matahari-ku-sendiri

Atau klik >>>disini<<<

Pasti suka


Buat pak Dosen maaf ya... Terkesan main2 dan bercanda. But I think, like this is free writing. Only, i'm so sorry sir...
Ilmu Komunikasi Itu Jurusan yang Paling Strategis

Satu kata untuk kursus ini: Strategis! Mengapa? Pertama, karena departemen ini belajar tentang kegiatan yang harus selalu ada dalam kehidupan manusia. Yak, komunikasi! Bahkan makhluk hidup lain juga berkomunikasi bahkan dengan cara dan bahasa yang berbeda dari manusia. Yah, komunikasi juga merupakan salah satu cara manusia bertahan hidup.

Oleh karena itu, salah satu aksioma atau fakta yang tidak dapat disangkal dalam ilmu komunikasi adalah "kita tidak dapat berkomunikasi" (kita tidak dapat berkomunikasi).

Komunikasi adalah proses yang dilakukan oleh seseorang untuk dapat menyampaikan makna pesan yang ada pada dirinya sendiri kepada pihak lain dengan suatu tujuan. Oleh karena itu, semua orang harus berkomunikasi! Entah itu untuk memenuhi kebutuhan sebagai makhluk sosial atau bahkan hanya untuk berbicara kepada diri sendiri (komunikasi intrapersonal).

Kedua, mengapa ilmu komunikasi merupakan ilmu strategis? Karena ilmu komunikasi selain melibatkan manusia sebagai aktor utama dalam kegiatan mereka, juga berurusan dengan media. Media menjadi sarana komunikasi yang tidak ada kematian. Karena media akan terus berkembang untuk menemani era bergulir. Apalagi sekarang, di era digital, media komunikasi begitu beragam jenis dan bentuknya.

Media komunikasi bahkan dapat dianggap sebagai salah satu kebutuhan utama masyarakat abad ini. Itu sebabnya, ilmu komunikasi menjadi ilmu strategis. Apa yang dipelajari dan dipelajari adalah hal-hal yang akan terus berlanjut sepanjang hidup manusia.

Ketika saya pertama kali memasuki departemen komunikasi, ada beberapa pandangan dan wafel dari sini dan di sana yang saya dapatkan bersama. Ada dua hal yang paling berkesan, yaitu:

1. Mengapa kita belajar ilmu komunikasi, orang kita sehari-hari juga berkomunikasi?

2. Anda adalah anak dari ilmu komunikasi? Yah, pandai berbicara! Wow, pintar nge-lobby dong! Yah, baiklah, nego dong! Wah, wah, dan wah lainnya terkait dengan keterampilan berbicara lisan.

Menanggapi komentar-komentar itu

Komentar pertama, pada awalnya saya merasa agak sedih dan 'menganggap sebelah mata' tentang departemen yang telah saya pilih. Untuk komentar kedua, saya juga merasa sedih, karena saya secara pribadi sadar bahwa saya adalah seorang introvert. Jauh dari keterikatan dengan jalan. Sementara orang berpikir bahwa setiap komunikasi anak adalah anak yang keren dan baik dalam hal pengolahan lisan. Saya merasa terpental dari kualifikasi yang diharapkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan anak-anak.

Seiring waktu, setelah mengarungi ilmu komunikasi selama hampir setahun, meski tidak begitu banyak yang saya tahu. Mungkin saya bisa mengatakan bahwa saya hanya melihat dan memahami permukaan saja. Tapi, setidaknya saya mendapat jawaban untuk dua komentar yang saya ceritakan sebelumnya.

Jawaban atas komentar pertama dan kedua sebenarnya dapat disamakan dan dijawab bersama. Kami setiap hari memiliki praktik komunikasi otodidak dan berkelanjutan, tetapi dengan mempelajari ilmu komunikasi, kita bisa lebih sensitif dan memahami aspek-aspek yang membangun komunikasi. Komunikasi jika ditafsirkan sekilas, mungkin hanya kegiatan berbicara atau mengeluarkan kata-kata melalui mulut. Itu dia. Bahkan, ucapan melalui tulisan atau gerakan tubuh, atau bahkan diam dapat dianggap sebagai aktivitas komunikasi!

Ketika berkomunikasi, itu bukan hanya tentang kata-kata apa yang kita katakan, tetapi lebih dalam, tentang mengapa seseorang dapat mengatakan sesuatu seperti ini, mengapa seseorang memiliki gaya komunikasi yang cepat tetapi ada pula yang lambat (terkait dengan psikologi komunikasi), bagaimana komunikasi dapat menciptakan pola dan bahkan budaya dalam masyarakat (dibahas dalam komunikasi antarbudaya, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa), bagaimana acara televisi dapat mempengaruhi pikiran, kekerasan simbolik dalam iklan dan program televisi (dibahas dalam komunikasi dan teori komunikasi massa). Dan banyaaakkk lagi hal-hal tersembunyi yang ternyata menarik dan perlu dipahami terkait komunikasi. Jadi, belajar ilmu komunikasi itu penting dan mengasyikkan!

Nah terus, menanggapi komentar kedua tentang komunikasi anak yang baik berbicara, memang benar neraka, yang namanya komunikasi anak-anak dituntut untuk percaya diri dan berani bicara. Dan saya menyadari bahwa saya juga harus banyak berlatih untuk ini. Tapi, yang ingin saya luruskan adalah bahwa komunikasi tidak sesempit hanya berbicara, berbicara, dan berbicara. Saya agak bingung, mengapa pandangan seperti itu banyak dikembangkan di masyarakat.

Sejauh ini, hasil kesimpulan saya sendiri, mungkin karena aliran ilmu komunikasi tertua adalah retorika yang sama dari berbicara di depan umum.

Catatan sejarah, retorika/public speaking sudah ada sejak zaman kehidupan Aristoteles. Retorika adalah studi tentang seni berbicara dan bagaimana membujuk orang lain tentang apa yang kita katakan. Yah, jadi mungkin itu sebabnya komunikasi lebih dikenal sebagai 'bicara dan lisan' itu.

Jawaban atas komentar pertama dan kedua sebenarnya dapat disamakan dan dijawab bersama. Kami setiap hari memiliki praktik komunikasi otodidak dan berkelanjutan, tetapi dengan mempelajari ilmu komunikasi, kita bisa lebih sensitif dan memahami aspek-aspek yang membangun komunikasi. Komunikasi jika ditafsirkan sekilas, mungkin hanya kegiatan berbicara atau mengeluarkan kata-kata melalui mulut. Itu dia. Bahkan, ucapan melalui tulisan atau gerakan tubuh, atau bahkan diam dapat dianggap sebagai aktivitas komunikasi!

Ketika berkomunikasi, itu bukan hanya tentang kata-kata apa yang kita katakan, tetapi lebih dalam, tentang mengapa seseorang dapat mengatakan sesuatu seperti ini, mengapa seseorang memiliki gaya komunikasi yang cepat tetapi ada pula yang lambat (terkait dengan psikologi komunikasi), bagaimana komunikasi dapat menciptakan pola dan bahkan budaya dalam masyarakat (dibahas dalam komunikasi antarbudaya, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa), bagaimana acara televisi dapat mempengaruhi pikiran, kekerasan simbolik dalam iklan dan program televisi (dibahas dalam komunikasi dan teori komunikasi massa). Dan banyaaakkk lagi hal-hal tersembunyi yang ternyata menarik dan perlu dipahami terkait komunikasi. Jadi, belajar ilmu komunikasi itu penting dan mengasyikkan!

Nah terus, menanggapi komentar kedua tentang komunikasi anak yang baik berbicara, memang benar neraka, yang namanya komunikasi anak-anak dituntut untuk percaya diri dan berani bicara. Dan saya menyadari bahwa saya juga harus banyak berlatih untuk ini. Tapi, yang ingin saya luruskan adalah bahwa komunikasi tidak sesempit hanya berbicara, berbicara, dan berbicara. Saya agak bingung, mengapa pandangan seperti itu banyak dikembangkan di masyarakat.

Sejauh ini, hasil kesimpulan saya sendiri, mungkin karena aliran ilmu komunikasi tertua adalah retorika yang sama dari berbicara di depan umum.

Catatan sejarah, retorika/public speaking sudah ada sejak zaman kehidupan Aristoteles. Retorika adalah studi tentang seni berbicara dan bagaimana membujuk orang lain tentang apa yang kita katakan. Yah, jadi mungkin itu sebabnya komunikasi lebih dikenal sebagai 'bicara dan lisan' itu.
Kamu mahasiswa ilmu komunikasi yang bingung mau kerja apa? Atau baru mau daftar jadi mahasiswa komunikasi tapi bingung akan jadi apa? Jurusan ilmu komunikasi punya peluang kerja yang sangat luas, lho. Berikut beberapa pekerjaan untuk lulusan ilmu komunikasi yang bisa kamu jadikan pilihan berkarier.
share image

Jurnalis


Banyak lulusan bergelar S.I.Kom yang tertarik untuk terjun ke dunia jurnalistik. Kamu salah satunya? Jangan ragu untuk mencoba profesi ini, Sobat. Bekal pengetahuan mengenai teknik cara menulis berita atau artikel di media massa membuat kamu lebih siap untuk bekerja baik sebagai wartawan, redaktur, maupun reporter.

Periklanan

Bekerja di bidang periklanan akan sangat cocok untuk kamu yang punya banyak ide-ide kreatif. Ide dan kemampuan komunikasi kamu akan sangat bermanfaat untuk merancang konsep iklan yang unik dan menarik. Di dunia periklanan sendiri ada banyak profesi yang bisa ditekuni dengan gelar sarjana komunikasimu. Beberapa diantarnya adalah project leader advertising, copywriter, media planner, dan masih banyak lagi.

Public Relation

Punya kemampuan berpikir kreatif, pandai mencari solusi, dan caramu menyampaikan sesuatu cukup persuasif? Menjadi staf public relation bisa kamu coba, nih. Semua keahlian kamu tadi akan sangat dibutuhkan untuk menjalankan tugas seorang public relation, yaitu membangun reputasi baik perusahaan di tengah masyarakat.

Event Organizer

Keahlian berhubungan dengan banyak orang yang kamu miliki akan sangat dibutuhkan dalam profesi satu ini. Sebagai bagian dari Event Organizer atau EO, kamu harus berhubungan dengan berbagai macam orang mulai dari rekan kerja, klien, vendor, bahkan orang yang hadir dalam acara tersebut. Kamu pun bisa mengerjakan berbagai jenis acara seperti pesta pernikahan, ulang tahun, dan konser musik.

Presenter

Sampai sekarang profesi ini masih banyak diminati oleh para pencari kerja terutama lulusan ilmu komunikasi. Dengan ilmu broadcasting yang didapatkan semasa kuliah, kamu sudah setahap lebih unggul nih untuk jadi presenter. Di profesi ini kamu bertugas menyampaikan informasi kepada publik secara netral. Selain dari studi broadcasting, kamu yang menekuni studi jurnalistik juga sangat cocok untuk menjalani profesi ini.

Penyiar Radio

Nah, kalau profesi yang satu ini akan sangat cocok untuk kamu yang suka berbicara tapi suka bekerja di balik layar. Tugas seorang penyiar radio sama dengan para presenter, yaitu menyampaikan berita secara netral dan menarik. Bedanya, sebagai penyiar radio kamu harus lebih pandai berbicara agar para pendengar bisa menangkap informasi hanya dari suara dan nada bicaramu saja.

Market Research Analyst

Sebagai seorang market research analyst, kamu akan bertugas untuk merancang sarana seperti kuisioner, polling dan survey untuk mengukur efektivitas produk perusahaan di pasaran. Untuk bisa melakukan analisa secara mendalam, market research analyst harus memiliki keahlian komunikasi dan analisis data yang baik. Sangat sesuai untuk kamu yang memang dilatih untuk memiliki kemampuan berkomunikasi lebih.

Photographer & Cameraman

Pernah dapat mata kuliah mengenai teknik fotografi atau terlibat dalam news production? Menjadi seorang photographer atau cameraman di stasiun televisi bisa jadi pilihan profesi yang tepat. Manfaatkan keahlian mengambil gambar yang unik dan menarik dan jadi photographer handal.

Marketing Communication (marcom)


Marketing communication akan jadi pekerjaan yang cocok untuk lulusan ilmu komunikasi yang mengambil fokus studi bisnis. Sebagai bagian dari marketing communication, kamu akan dituntut untuk merancang strategi pemasaran yang efektif dan menarik bagi perusahaan. Sangat sesuai dengan apa yang telah kamu pelajari, kan?

Pengusaha


Ingin buka usaha sendiri? Jangan ragu untuk mencobanya. Sudah banyak lulusan ilmu komunikasi yang menjadi seorang pengusaha, lho. Ilmu komunikasi yang telah kamu pelajari, bisa kamu praktikkan dalam berbisnis secara mandiri. Bekal pengetahuanmu akan sangat berguna untuk menjalin relasi bisnis dan membangun networking yang luas.

Dari pilihan pekerjaan untuk lulusan ilmu komunikasi di atas, yang mana pekerjaan impianmu? Apapun pekerjaan yang kamu pilih setelah mendapatkan gelar S.I.Kom, kamu harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Yuk, siapkan dirimu untuk jadi lulusan ilmu komunikasi yang sukses!
Bagi Kamu yang sebentar lagi lulus Sekolah Menengah Atas(SMA) atau sederajat, tentunya masa ini bisa menjadi masa yang bisa membuat dilema. Kamu akan mulai bingung untuk memutuskan, mau kuliah atau kerja, mau kuliah tapi ambil jurusan apa dan dilema lainnya. Tidak perlu cemas, ada jurusan ilmu Komunikasi yang bisa dipilih. Lebih dari itu banyak alasan memilih jurusan ilmu Komunikasi yang patut untuk dipertimbangkan. Yuk simak 10 alasan memilih jurusan ilmu Komunikasi berikut ini:
share image
1. Komunikasi Itu Penting Dipelajari
Dalam kehidupan sehari-hari proses Komunikasi sangatlah penting, entah itu Komunikasi secara langsung ataupun melalui media. Mempelajari ilmu Komunikasi akan memberikan kita pengetahuan tentang proses berKomunikasi secara benar, entah itu dari memeberi pesan menerima pesan dan lain sebagainya.
2. Ilmu Komunikasi Adalah Ilmu Sepanjang Masa
Sampai kapan pun ilmu Komunikasi akan tetap memiliki ke istimewaan tersendiri, karena proses Komunikasi selalu dibutuhkan siapapun dan kapanpun.
3. Banyak Ilmu Yang Berakar Dari Ilmu Komunikasi
Banyak ilmu yang berakar dari ilmu Komunikasi, diantaranya; ilmu jurnalistik, ilmu broadcasting, public relation dan sebagainya.
4. Hanya Di Jurusan Ilmu Komunikasi Kamu Bisa Belajar Menulis, Berbicara, Dan Mendengar Dengan Super Baik
Di jurusan ini mengajarkan tentang bagaimana teknik menulis 5W+1H dengan benar. Selain itu di jurusan ini juga mengajarkan tentang cara berbicara dengan baik.
Entah itu bagaimana cara berbicara di hadapan publik dengan efektif atau teknik public speaking. Karena ini jurusan Komunikasi kalian akan mempelajari berbagai jenis bentuk Komunikasi, paket komplit bukan?
5. Ilmu Komunikasi Selalu Punya Kaitan Dengan Media
Kalau Kamu adalah seorang yang bercita-cita untuk masuk ke media seperti contohnya, televisi, radio, koran. Lewat jurusan Komunikasi ini kalian akan mendapatkan bekal yang kuat untuk bisa melangkang menggapai cita-cita kalian untuk terjun ke media massa.
6. Di Jurusan Ilmu Komunikasi Kalian Bakal Jadi Pinter Beretorika
Jurusan ilmu Komunikasi adalah jurusan yang mengajarkan cara beretorika dengan baik dan benar. Kalau Kamu ingin pandai beretorika, jurusan ilmu Komunikasi merupakan jurusan yang tepat buat Kamu.
7. Mahasiswa Komunikasi Itu Mahasiswa Yang Open Minded
Pada dasarnya mahasiswa Komunikasi itu mahasiswa yang dan memebentuk relasi satu sama lain. Dari proses Komunikasi yang inilah kita dapat memahami makasud orang lain dan begitu juga sebaliknya.
8. Mahasiswa Komunikasi Adalah Mahasiswa Yang Selalu Up To Date
Menjadi mahasiswa Komunikasi tentunya dunia kita selalu berhubungan dengan media, entah itu media massa, ataupun media sosial. Hal inilah yang menyebabkan mahasiswa Komunikasi menjadi selalu up to date.
9. Ilmu Komunikasi Memiliki Prospek Kerja Yang Cukup Menjajikan
Cabang ilmu yang dimiliki ilmu Komunikasi adalah public relation, jurnalistik, audio visual dll. Pekerjaan-pekerjaan tersebut adalah jenis pekerjaan yang di era milenial selalu dibutuhkan oleh lembaga, instansi, production house dan sebagainya.
10. Jurusan Ilmu Komunikasi Selalu Jadi Favorit Di Banyak Kampus
Jurusan ilmu Komunikasi di banyak kampus-kampus besar selalu menjadi jurusan favorit. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang masuk di jurusan ilmu Komunikasi.
Itulah 10 alasan memilih jurusan ilmu Komunikasi yang perlu Kamu pertimbangkan ketika masih ragu apakah harus memilih jurusan ini atau tidak. Berdiskusilah dengan orang tua jika sekiranya masih bingung perihal memilih jurusan kuliah ini.
Bagaimana melihat kondisi umpama jamur di musim hujan, ketika nyaris seluruh perguruan tinggi di Indonesia mutakhir menghadirkan fakultas/program studi/jurusan ilmu komunikasi? 

Apakah ini surplus, ataukah defisit, dengan kebutuhan riil di lapangan? 
share image Jika memang defisit, kenapa faktanya para ahli komunikasi publik kampiun, sebut di televisi nasional tak selalu jurusan ilmu komunikasi --sebut saja Tina Talisa yang berlatar pendidikan dokter gigi, atau Pemred Kompas TV Rosiana Silalahi yang alumni Sastra Jepang. 

Sebelum menjawab prolog pertanyaan tersebut, ada dua baseline yang harus difahami bersama. Pertama, ilmu komunikasi pada dasarnya adalah derivatif dari fakultas ilmu sosial politik di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka di negeri ini. 

Secara historis, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik --dengan mother of skills-nya ilmu hukum-- adalah bidang ilmu yang sudah eksis sejak zaman Belanda. Bahkan, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang dibuka dengan seputaran ilmu sosial tersebut. 

Karenanya, sebagai sebuah ilmu turunan, ilmu komunikasi menjadi sebuah cabang ilmu relatif baru, dalam proses in making, serta masih butuh dayungan ilmu atas aras zaman agar menjadi salah satu cabang ilmu yang mapan dan kontributif.

 Kedua, ilmu komunikasi adalah bidang ilmu inklusif; Siapapun bisa menjadi pelaku profesinya sekalipun berasal dari jurusan tak berkaitan. Hal yang membedakan misalnya dengan profesi pengacara, jaksa, dan hakim yang hanya bisa oleh lulusan sarjana hukum.

 Saking cairnya bidang ini, muncul sebutan IPB sebagai Institut Publisistik/Penyiaran Bogor karena banyaknya lulusan kampus agribisnis tersebut kemudian berprofesi sebagai praktisi komunikasi massa handal dan berpengalaman. 

Secara praktis, terutama di bidang profesi media massa, kondisi ini wajar saja jika mengingat rubrikasi di media massa sangat beragam. Dari mulai ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, hingga olahraga, yang kemudian menjadi relevan bagi latar ilmu yang majemuk.

Nah, ini tambah menarik, ketika ada proses sertifikasi terkait, semisal uji kompetensi wartawan (UKW), Dewan Pers pun tidak melihat latar pendidikan peserta. S

elama diizinkan kantor dan lulus materi UKW terkait kewartawanan, peserta dari disiplin ilmu apapun bisa meraihnya. Dengan dua titik pijak tersebut, maka dengan sendirinya, lulusan ilmu komunikasi akan masuk bursa kerja maha ketat. 

Mereka tak bersaing hanya dengan sesama jurusannya, mereka tiada kena sortir pelamar yang ketat dan ekslusif sedari awal.    

Maka itu, mengacu pengalaman penulis, tak jarang kemudian lowongan ilmu komunikasi pun "direbut" yang bukan alumni linear. 

Sering pula terjadi, alumnus ilmu komunikasi yang tak punya keahlian spesifik, dengan mudah dilibas lulusan non komunikasi yang otodidak namun gaul dengan keahlian komunikasinya. 

Lalu, jika merujuk kebutuhan riil di lapangan, variabel yang bisa digunakan sebetulnya banyak. Tapi kita lakukan pendekatan paling sederhana dulu, semisal kebutuhan lulusan ilmu komunikasi di Jawa Barat dengan merujuk tingkat keterbacaan koran. 

Sebagai media konvensional senior di provinsi ini, dalam catatan penulis, total oplah seluruh koran sekitar 450.000 s.d 500.000 koran/hari. Jika diasumsikan satu koran dibaca tiga orang, maka tirasnya mencapai 1,5 juta-an. 

Jumlah penduduk Jawa Barat sendiri akhir tahun 2016 mencapai 47 juta, dengan usia produktif sekitar 65% diantaranya (30 juta), sehingga penetrasi keterbacaan adalah masing-masing mencapai 3,191% dari total penduduk serta 5% dari usia produktif. 

Artinya, tingkat utilitas sekaligus peluang pasarnya relatif sangat kecil. Ditambah budaya baru membaca media massa ke arah media baru/new media, maka terjadi posisi begini: 

Alumni ikom bersaing sangat ketat untuk pasar (konvensional) yang cenderung terbatas!

Skills yang Dibutuhkan Sekali lagi, jika merujuk variabel media konvensional, peluang tak demikian besar. 

Namun pantang surut apalagi jatuh mental, karena sesungguhnya bukan kebutuhan lulusan komunikasinya yang sempit, namun arah skills yang harus lebih ditajamkan. 

Pada hari ini, ketika new media kian tumbuh eksponensial bergerak melampaui utilitas dan peluang pasar media konvensional, maka dibutuhkan kompetensi unik, spesifik, dan menarik yang harus dimiliki lulusan ilmu komunikasi dalam arungi medan ketat. Kompetensi tersebut, selain merujuk pada keahlian dasar ilmu komunikasi (penulis menyebutnya kemampuan menulis, public speaking, multimedia, dan event management), juga harus seiring dan sejalan dengan kebutuhan dari new media. 

Atau dalam istilah lain yang dipopulerkan Indra Utoyo dalam buku Silicon Valley Mindset (Gramedia Pustaka Utama, 2016), haruslah beriringan dengan peradaban ekonomi konseptual yang menekankan high think, high tech, namun high touch.       

Setelah era manufaktur digantikan era informasi, kini adalah saatnya era yang tak selalu bertumpu pada irisan antara padat modal dan padat kerja. Inilah era yang penuh usungan akan nilai-nilai ide, konsep, kreativitas, dan inovasi. 

Selamat datang di era ekonomi kreatif (ekraf), wahai lulusan ilmu komunikasi! Sebuah zaman dimana peluang terlihat sempit pada bidang aplikasi ilmu konvensional, namun sangat terbuka lebar dengan aneka peluang ilmu komunikasi penyokong ekonomi kreatif. 

Inilah waktu tepat dan akurat jika para alumni komunikasi tak selalu harus bekerja pada profesi yang itu-itu saja: Jurnalis/humas/iklan/manajemen komunikasi. 

Namun, di sisi lain, ada ratusan hingga ribuan startup se-Indonesia yang memerlukan sentuhan skills spesifik lulusan komunikasi. Dengan rerata pendiri berlatar teknik informatika, mereka perlu mitra yang faham berkomunikasi ke publik. 

Tak hanya itu. Merujuk data Badan Ekonomi Kreatif Kota Bandung Agustus 2016 contohnya, peluang juga terbuka lebar selain usaha rintisan digital tadi, juga pada bidang ekraf dengan serapan terbesar yakni fashion sebesar 52,78%, kerajinan (16,76%), kuliner (16,16%), desain (3,1%), dan seterusnya (simak tabel di bawah). 

Pelaku Ekraf berdasarkan jenis usaha di kota Bandung(Badan Ekonomi Kreatif Kota Bandung, FISIP Unpad, 2016 ) Sumber: Badan Ekonomi Kreatif Kota Bandung, FISIP Unpad, 2016 Dengan barometer ekraf ini berasal dari Barat, terutama Silicon Valley, Amerika Serikat, maka lulusan komunikasi yang ingin kompetitif ini harus pula dilengkapi kemampuan orientasi global dengan diawali kemampuan bahasa Inggris yang baik. 

Paling aktual kita bisa lihat merger agensi iklan dan humas terbesar tanah air, Dwi Sapta Group, dengan agensi global asal Inggris, Dentsu Aegis Network pada pekan ini, yang memang ditujukan dalam meluaskan pasar Dwi Sapta ke 145 negara yang sudah dikuasi Dentsu. 

Karena itu, sebagai konklusi, ilmu komunikasi malah makin aktual dan diperlukan --sekalipun bidang ilmunya inklusif dan dalam proses in making-- terutama untuk ranah implementasi ilmu berbasis new media dan ekonomi kreatif. 

Maju terus Ilmu Komunikasi Indonesia!
share image

Komunikasi pada umumnya mempelajari bagaimana kita menyampaikan pesan atau berita secara efisien dan efektif, untuk mendapatkan hasil akhir yang kita inginkan. Jurusan-jurusan yang masuk dalam bidang komunikasi adalah periklanan, linguistik, bahasa, jurnalistik, dan masih banyak lagi.
    
Komunikasi juga berhubungan dengan pemanfaatan teknologi dan penemuan baru seiring perkembangan jaman. Misalnya perkembangan internet, pengaruh media, tren hiburan yang sedang populer dan faktor-faktor lainnya. Dan karena tren dan teknologi selalu berkembang tiada hentinya, kurikulum dan penyampaian perkuliahan komunikasi juga berubah-ubah, sehingga ilmu ini tiada ujungnya.
Pada umumnya, lulusan jurusan komunikasi bekerja di bidang-bidang seperti broadcasting, wartawan, editor, public relations, periklanan, manajemen media, komunikasi pemasaran, komunikasi bisnis, dan sejenisnya. Seperti apakah pekerjaan mereka?
Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan dari para lulusan jurusan Komunikasi:

1. Penyiar

Menjadi produser, sutradara, reporter, copy writer dan lain – lain yang terlibat dalam dunia penyiaran, adalah salah satu prospek kerja yang paling empuk dari dunia Ilmu Komunikasi. Seperti yang kita ketahui, bahwa dunia penyiaran pada dasarnya ialah proses menyampaikan suatu pesan melalui media massa seperti televisi, radio ataupun surat kabar kepada masyarakat. Nah, dalam proses penyampaian pesan itulah lulusan Ilmu Komunikasi dituntut untuk dapat menentukan strategi agar pesan yang disampaikan mudah diterima oleh masyarakat sesuai dengan segmentasinya. Bidang kerja broadcasting  biasanya ditempatkan di stasiun televisi, radio, ataupun kantor – kantor surat kabar, tabloid maupun majalah.

2. Jurnalis

Jurnalistik adalah bagian dari Ilmu Komunikasi. Studinya yang mempelajari bagaimana mengemas suatu berita menjadi sebaik mungkin untuk dapat disebarkan ke masyarakat luas, merupakan salah satu bentuk bagaimana seseorang dapat menyampaikan pesan secara efektif melalui suatu media. Dalam dunia Ilmu Komunikasi, jurnalistik merupakan mata kuliah wajib yang harus dipelajari. Kemampuan menulis, peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya, serta kemampuan menyampaikan dan memilih memilah mana berita yang layak untuk disebarkan dan mana yang tidak layak disebarkan, menjadi beberapa hal yang bisa diperoleh dari mempelajari jurnalistik. Jurnalistik memang ilmu yang dapat dipelajari oleh siapapun, tidak harus lulusan Ilmu Komunikasi. Namun, lulusan Ilmu Komunikasi tentu memiliki kemampuan yang lebih dalam dunia jurnalistik ini. Bidang kerja dari seorang jurnalis antara lain menjadi reporter, news anchor (penyiar berita), news dubber, wartawan media massa, baik di televisi, radio ataupun surat kabar cetak.

3. Announcer dan presenter

Kemampuan menyampaikan pesan dengan baik dan dapat menarik perhatian khalayak ramai, ini adalah bagian wajib yang dipelajari oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Kemampuan tersebut pun sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang announcer atau penyiar radio, hingga menjadi seorang presenter di televisi, baik untuk acara olahraga, berita resmi, gossip, dan lain – lain. Lulusan Ilmu Komunikasi selalu dituntut untuk pandai berbicara dengan efektif dalam menyampaikan maksud dan tujuannya. Hal tersebutlah yang menjadikan posisi penyiar atau presenter menjadi sasaran yang tepat sebagai prospek kerja lulusan Ilmu Komunikasi.

4. Master of Ceremony (MC)

Bila announcer dan presenter hanya tertuju dalam sebuah media massa saja, maka pekerjaan sebagai MC pun bisa diposisikan dalam berbagai perhelatan event. Menjadi MC tentu membutuhkan kualitas gaya bicara yang baik, pandai menempatkan diri, dan mampu membawa acara menjadi sesuai harapan. Unsur – unsure komunikasi tentu terdapat di dalamnya. Meskipun bisa dipelajari secara otodidak, namun lulusan Ilmu Komunikasi tentu memiliki keahlian menjadi MC yang dipelajari dalam studinya.
5. Public Relations Officer atau Hubungan Masyarakat

Mewakili perusahaan dalam setiap waktu, menjaga nama baik perusahaan serta mewujudkan hubungan yang harmonis pada seluruh klien perusahaan, menjadi tugas besar dari seorang Public Relations atau humas. Ya, profesi Public Relations juga menjadi prospek kerja yang sangat menjanjikan bagi lulusan Ilmu Komunikasi. Seorang Public Relations harus selalu memutar otaknya untuk menyampaikan pesan – pesan perusahaan kepada masyarakat agar perusahaan yang dikelolanya senantiasa memiliki reputasi yang baik. Menantang, bukan?

6. Event Organizer

Merancang perhelatan event yang besar, mengemas sebuah acara sesuai dengan konsep pesan yang ingin disampaikan, hingga mengatur acar sedemikian rupa agar meninggalkan kesan dan reputasi yang baik, adalah beberapa wujud tujuan dari strategi seorang event organizer. Melalui sebuah event, sebuah tim event organizer diharapkan mampu menyampaikan sebuah pesan atau makna tertentu dan mewujudkan good reputation dari si penyelenggara. Disitulah tantangannya. Menjadi event organizer ini sangat asyik, lho. Seperti bekerja sambil bermain. Penghasilannya pun bisa terbilang cukup fantastis. Tertarik?

7. Praktisi periklanan / Advertising 
Iklan! Ya, terdengar sepele, namun mempengaruhi kita, kan? Salah satu dalang dan tangan – tangan kreatif di balik berbagai iklan yang bertebaran di berbagai media ini adalah lulusan Ilmu Komunikasi, lho. Mereka berusaha mempengaruhi publik dengan pesan – pesan produk barang ataupun jasa yang ingin disampaikan, melalui pesan dan media yang unik serta kreatif agar siapapun yang melihatnya tergugah untuk membeli, menggunakan ataupun mempercayainya. Proses penyampaian pesan yang menarik, kan! Dalam iklan, semakin menarik dan membuat penasaran, maka semakin sukses dan efektif pula iklan tersebut. Prospek kerja dalam dunia advertising bagi lulusan Ilmu Komunikasi, antara lain sebagai project leader advertising, copy writer, camera person, media planner, dan lain – lain.

8. Marketing Communications  
Lulusan Ilmu Komunikasi juga bisa menjadi orang yang duduk manis di kantor, menyusun dan merancang strategi – strategi komunikasi pemasaran yang tepat bagi perusahaan. Ya, menjadi marketing communications tidak semata – mata mengedepankan unsure pemasaran dari ilmu bisnis saja. Lulusan Ilmu Komunikasi diharapkan dapat mejadikan pemasaran menjadi lebih efektif dan menarik, salah satunya dengan menyusun strategi komunikasi yang tepat dilihat dari segmentasinya, bagaimana pesannya, apa medianya dan mau seperti apa tujuan yang diharapkan. Hal ini tentu menantang bagi siapapun yang menjalaninya.

Apakah pekerjaan-pekerjaan di atas sesuai dengan bakat dan minatmu? Atau bahkan adalah sesuatu yang kamu cita-citakan? Mulai cari program kuliah yang cocok sekarang juga! Lihat jurusan-jurusan yang tersedia:

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan contoh gambar wallpaper keren yang dapat Anda gunakan untuk tampilan ponsel Anda atau untuk tampilan laptop favorit Anda.


Siapa yang akan senang melihat ponsel yang bagus dan indah, pasti banyak orang ingin memiliki wallpaper yang sangat keren dan keren.

Dengan menggunakan wallpaper keren bisa mempercantik tampilan ponsel atau laptop Anda. Pemilihan wallpaper yang tepat juga akan membuat ponsel Anda terlihat bagus.

Dengan kecanggihan yang ditawarkan oleh Android, sangat memungkinkan bagi pengguna untuk mengubah tampilan ponsel mereka termasuk wallpaper.

Sebelum Anda mengunduh wallpaper, akan lebih baik jika Anda menentukan tema ponsel Anda terlebih dahulu. Biasanya, ponsel standar sudah menyediakan beberapa tema untuk Anda pilih. Tetapi jika Anda masih tidak puas dengan tema yang ada, Anda dapat mengunduh tema yang Anda inginkan.

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika mencari wallpaper keren untuk ponsel Anda adalah mencari gambar resolusi tinggi.

Dengan resolusi tinggi, ketajaman gambar akan membuat smartphone Anda lebih enak dipandang. Selain itu, dengan resolusi tinggi Anda juga dapat mengedit beberapa gambar yang Anda unduh agar lebih sesuai dengan ponsel cerdas Anda.

Berikut Daftar Kumpulan Wallpaper PUBG












Nah demikian kumpulan wallpaper PUBG yang siap membuat layar ponsel anda semakin keren.